Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis Tingkat Kota Banjar, yang dihadiri oleh Komandan Kodim 0613 Ciamis, Kapolres Banjar, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Koordinator Wilayah MBG Kota Banjar, dan para Kepala Perangkat Daerah Kota Banjar, bertempat di Sekretariat Daerah Kota Banjar. Jumat (26/09/2025).
Bercermin dengan Kejadian Luar Biasa terkait Makan Bergizi Gratis yang sedang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono mewakili Pemerintah Kota Banjar menginisiasi rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Banjar dan Pengurus Makan Bergizi Gratis.
Komandan Kodim 0613 Ciamis, Letkol. Inf Afid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han., berterimakasih kepada Pemerintah Banjar atas inisiatif yang dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi dari program MBG.
Beberapa poin disampaikan oleh Pemerintah Kota Banjar diantaranya, distribusi yang merata bagi seluruh siswa karena setiap siswa memiliki hak yang sama dalam porsi makan bergizi gratis, pengalokasian anggaran dan sumber daya termasuk persiapan sumber dana darurat ketika hal yang tidak di inginkan terjadi, menyiapkan dan berkoordinasi dengan pihak kesehatan agar menyiapkan fasilitas kesehatan yang mempuni dan memadai termasuk menyiapkan stok obat yang cukup untuk meminimalisir kelangkaan obat, serta menangani kasus tanggap darurat dengan sigap serta langsung melakukan investigasi kasus, melakukan pengiriman atau pendistribusian makanan dengan memperhatikan ketetapan waktu agar meminimalisir makanan yang tidak layak konsumsi atau basi.
Pemerintah Kota Banjar pun meminta seluruh stakeholder baik dari TNI, POLRI dan Kejaksaan melakukan pengawasan dan monitoring untuk program ini, baik dari sisi Kesehatan, pemeriksaan rutin, kedisiplinan dalam bahan baku, serta jam waktu pengiriman.
Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono di dalam rapat mengatakan, “Ini adalah program yang baik yang harus kita apresiasi, karena dapat memutar ekonomi masyarakat dengan baik dan membuat anak-anak mendapatkan gizi dan makanan yang layak untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Namun kita harus teliti, waspada, dan berhati-hati dengan segala aspek resiko yang ada di dalamnya, karena satu kesalahan kecil bisa merusak generasi bangsa”.


















